Melalui jaringan backlink yang kami miliki merupakan penyedia jasa backlink menerima berbagai backlink Indonesia dengan layanan jasa backlink murah yang kami kelola secara manual dan profesional. Kami menawarkan jasa backlink terbaik. Bagaimana cara membeli backlink dari kami?. Silahkan 👉 Hubungi Kami! harga sangat terjangkau!

Content Placement

Berikut adalah daftar 50 situs Jaringan Backlink kami!
01. Backlink Indonesia 26. Iklan Maluku Utara
02. Backlink Termurah 27. Iklan Nusa Tenggara Barat
03. Cara Membeli Backlink 28. Iklan Nusa Tenggara Timur
04. Iklan Aceh 29. Iklan Online Indonesia
05. Iklan Bali 30. Iklan Papua
06. Iklan Bangka Belitung 31. Iklan Papua Barat
07. Iklan Banten 32. Iklan Riau
08. Iklan Bengkulu 33. Iklan Semesta
09. Iklan Dunia 34. Iklan Sulawesi Barat
10. Iklan Gorontalo 35. Iklan Sulawesi Selatan
11. Iklan Internet 36. Iklan Sulawesi Tengah
12. Iklan Jakarta 37. Iklan Sulawesi Tenggara
13. Iklan Jambi 38. Iklan Sulawesi Utara
14. Iklan Jawa Barat 39. Iklan Sumatra Barat
15. Iklan Jawa Tengah 40. Iklan Sumatra Selatan
16. Iklan Jawa Timur 41. Iklan Sumatra Utara
17. Iklan Kalimantan Barat 42. Iklan Terbaru
18. Iklan Kalimantan Selatan 43. Iklan Yogyakarta
19. Iklan Kalimantan Tengah 44. Jaringan Backlink
20. Iklan Kalimantan Timur 45. Jasa Backlink
21. Iklan Kalimantan Utara 46. Jasa Backlink Murah
22. Iklan Kepulauan Riau 47. Jasa Backlink Terbaik
23. Iklan Lampung 48. Jasa Backlink Termurah
24. Iklan Link 49. Media Backlink
25. Iklan Maluku 50. Raja Backlink

Kami jaringan backlink sebagai media backlink bisa juga menerima content placement yakni jasa backlink termurah kami di dalam artikel. Pesan segera jasa backlink termurah ini. Karena kami adalah raja backlink yang sebenarnya!

Peluang Agen Iklan Online

Inilah Alasan Rasulullah Melarang Meniup Minuman yang Masih Panas

Info informasi Inilah Alasan Rasulullah Melarang Meniup Minuman yang Masih Panas atau artikel tentang Inilah Alasan Rasulullah Melarang Meniup Minuman yang Masih Panas ini semoga dapat bermanfaat, dan menambah wawasan. Selamat Membaca! Jangan lupa dishare juga! Jika merasa artikel ini bermanfaat juga untuk orang lain.
Air dan Makanan panas biasanya sangat enak untuk di santap lebih hangat, dan untuk menghangatkan makanan atau minuman tersebut kita sering kali meniupnya, Tahukah Anda ternyata cara ini tidak disarankan?


Agar nyaman di dalam mulut, tak jarang makanan atau minuman yang masih panas ditiup. Maksudnya agar cepat dingin. .

Rasulullah shallallahu �alaihi wa sallam melarang kita untuk meniup makanan atau minuman, sekalipun masih panas. Ada solusi lain yang bisa menjadi alternatif, agar tidak melanggar larangan ini.
 
Terdapat beberapa hadis yang menunjukkan larangan meniup makanan atau minuman. Diantaranya,


1. Hadis dari Abu Qatadah radhiyallahu �anhu, Rasulullah shallallahu �alaihi wa sallam bersabda,


????? ?????? ?????????? ????? ??????????? ??? ?????????? ??????? ????? ????????? ????? ??????? ???????? ???????????�


Apabila kalian minum, janganlah bernafas di dalam gelas, dan ketika buang hajat, janganlah menyentuh kemaluan dengan tangan kanan� (HR. Bukhari 153).


2. Hadis dari Ibnu Abbas radhiyallahu �anhuma,


 ????? ?????????? ?????? ??????? ???????? ????????? ????? ???? ??????????? ??? ????????? ???? ???????? ?????


Nabi shallallahu �alaihi wa sallam melarang bernafas di dalam gelas atau meniup isi gelas. (HR. Ahmad 1907, Turmudzi 1888, dan dishahihkan Syuaib Al-Arnauth).

Mengapa dilarang ditiup?

An-Nawawi mengatakan,
 
?????? ?? ?????? ?? ?????? ?? ?? ???? ????? ????? ?? ?????? ????? ????? ?? ?? ???? ?????? ??? ???? ???


Larangan bernafas di dalam gelas ketika minum termasuk adab. Karena dikhawatirkan akan mengotori air minum atau ada sesuatu yang jatuh dari mulut atau dari hidung atau semacamnya. (Syarh Shahih Muslim, 3/160)


Hal yang sama juga disampaikan Ibnul Qoyim,


???? ????? ?? ?????? ???? ????? ?? ?? ?????? ????? ????? ???? ?????? ??? ???? ?? ??? ????? ???? ???????? : ?????? ?????? ?????? ????? ??? ???? ???? ??? ???? ???? ? ??? ??? ????? ?? ?????? ?? ?????? ?????? ???


Meniup minuman bisa menyebabkan air itu terkena bau yang tidak sedap dari mulup orang yang meniup. Sehingga membuat air itu menjijikkan untuk diminum. Terutama ketika terjadi bau mulut. Kesimpulannya, nafas orang yang meniup akan bercampur dengan minuman itu. Karena itulah Rasulullah shallallahu �alaihi wa sallam menggabungkan larangan bernafas di dalam gelas dengan meniup isi gelas. (Zadul Ma�ad, 4/215).


Bagaimana penjelasan ilmiahnya?

Pramono, ahli gizi dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ulin Banjarmasin dalam penjelasannya di Grup Gerakan Sadar Gizi mengatakan alasannya.


Menurutnya, meniup makanan akan memberikan peluang adanya transfer kuman dari si peniup ke makanan/minuman yang kita tiup. "Bayangkan apabila si peniup sedang sakit flu, TBC atau mungkin hepatitis maka kemungkinan penularan akan terjadi," tulisnya.


Saat kita meniup makanan maka kita akan mengeluarkan gas CO2 dari dalam mulut. Menurut reaksi kimia, apabila uap air bereaksi dengan karbondioksida akan membentuk senyawa asam karbonat (carbonic acid) yang bersifat asam, sehingga dapat menjadi masalah bagi kesehatan kita.


Meskipun pendapat ini masih perlu diperdebatkan karena ada yang berpendapat bahwa Reaksi antara CO2 dan H2O hanya terjadi pada suhu dan tekanan tinggi. CO2 dapat larut dalam air dalam tekanan tinggi, membentuk H2CO3. pada 25 derajat celcius, Kc = 1.70 x 10-3. Untuk mencapai keseimbangan, reaksi antara CO2 dan H2O membutuhkan katalisator. Kalau tidak ada katalisator, reaksi ini akan berjalan lambat. H2CO3 merupakan asam lemah.


Alasan lain jangan meniup adalah sebenarnya yang bermasalah bukan pada airnya tapi pada komponen yg berada di air. Dalam air jika mengandung Kapur tohor (CaO) apabila ditiup oleh nafas manusia, bereaksi dengan CO2 dalam nafas, akan menjadi batu kapur (CaCO3) dan batu kapur ini salah satu dari batu ginjal yang paling sering ditemui.


Bagaimana jika makanan ditiup menggunakan kipas? 

Pramono menjawab, dari sisi ilmiahnya cara ini berbeda dengan cara meniup dengan mulut. Nafas mengeluarkan CO2, sementara kipas tidak.

"Nafas kalau orangnya sakit bisa menular, kalau kipas seperti angin alami," jelas Pramono.


So, hati-hati dalam segala perbuatan kita.

Jika kita berpegang teguh pada Al-quran dan sunnah kita akan selamat, tentunya dengan mempelajarinya lebih dalam, apalagi didukung dengan jelas secara ilmiah.

Semoga bermanfaat dan blia perlu sebarkan kepada yang lain. Biar hati-hati kalo makan dan minum, nggak asal ngelakuin sesuatu yang penting kita enak. Cari enaknya aja...




Demikian artikel tentang Inilah Alasan Rasulullah Melarang Meniup Minuman yang Masih Panas ini dapat kami sampaikan, semoga artikel atau info tentang Inilah Alasan Rasulullah Melarang Meniup Minuman yang Masih Panas ini, dapat bermanfaat. Jangan lupa dibagikan juga ya! Terima kasih banyak atas kunjungan nya.